Perpustakaan Digital Bali Wisdom
Berikut adalah karya-karya saya yang membahas tradisi spiritual Bali, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Perlu dicatat, sebagian besar buku dan e-book saat ini hanya tersedia dalam Bahasa Indonesia. Anda dapat membantu menghadirkan karya-karya ini bagi pembaca global dengan mendukung proyek terjemahan saya.
Buku Cetak
Buku Digital
Ajaran Gama Tirtha: Igama, Agama, Ugama
Agama di Bali juga dikenal sebagai Agama Tīrtha, yang berarti Agama Air Suci. Ajaran Agama Tīrtha menekankan tiga aspek, yaitu Īgama (berkaitan dengan Realitas Tertinggi), Agama (menciptakan harmoni dengan sesama), dan Ugama (mewujudkan harmoni alam semesta). Dengan demikian, ketiga aspek Agama Tīrtha menuntun pada keharmonisan hidup.
Ajaran Yoga & Kehidupan Dalam Bhagawad Gita Nusantara
Bhisma Parwa, buku keenam dari Mahābhārata, juga ditulis ulang pada masa ini. Bukan terjemahan kata demi kata, melainkan penyusunan kembali dalam bahasa Jawa Kuno (Kawi).
Istilah Bhagawad Gīta Nusantara merujuk pada bagian manuskrip Bhisma Parwa tersebut. Bentuknya bukan sloka seperti versi Sanskerta, melainkan prosa ringkas.
Krishna sendiri menyatakan bahwa ajarannya kepada Arjuna adalah ilmu yoga (yoga-śāstra). Bukan hanya yoga meditasi, apalagi latihan postur, tetapi yoga sebagai cara hidup.
Agama Tīrtha adalah jalan spiritual yang holistik dan integratif. Bukan sekadar “mencari surga setelah mati” atau “menyembah Tuhan di luar sana.” Agama Tīrtha mengajak kita menyadari ketuhanan dalam kehidupan dan menciptakan surga di bumi.
Yoga dan Kebahagiaan Ajaran Mpu Kanwa
Mpu Kanwa adalah seorang sastrawan-cerdik dari Kerajaan Kediri (abad ke-10–11 M). Ia menulis karya kavya berjudul Arjuna Wiwaha (Pernikahan Arjuna). Meski telah berusia seribu tahun, lagu epik ini tetap populer di kalangan masyarakat Bali.
Namun, bukan sekadar keindahan kisah yang ingin disampaikan Mpu Kanwa. Ia juga menyisipkan ajaran tentang Yoga dan kesejahteraan hidup dalam karyanya.
E-book ini akan mengajak Anda mengeksplorasi ajaran Mpu Kanwa, meninjaunya dari perspektif Psikologi Modern, serta memeriksa penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bantĕn Sebagai Yantra
Kata bali berarti persembahan, yang oleh orang Bali disebut banten. Oleh karena itu, jangan heran jika Pulau Bali dipenuhi dengan aktivitas persembahan dan ritual keagamaan.
Namun, persembahan ini bukan semata-mata sebagai penghormatan kepada para dewa. Menurut manuskrip Bali pra-modern, persembahan adalah yantra (alat yogik). Sebagai alat, ia seharusnya digunakan, bukan sekadar dipersembahkan.
E-book ini akan mengajak Anda menyelami makna mendalam dari persembahan Bali.
Tantra Yoga Ajaran Calon Arang & Mpu Bharadah
Calon Arang dan Mpu Bharadah adalah dua tokoh paling populer dalam legenda Bali. Sementara Calon Arang diyakini sebagai ratu ilmu hitam (ratu leyak), Mpu Bharadah adalah leluhur kaum Brahmana (Pedanda) di Bali.
Namun, berdasarkan kajian literatur yang ada, Calon Arang bukanlah seorang penyihir, melainkan seorang Yoginī, seorang Tantrika. Makalah ini menghadirkan ajaran Tantra Kiri yang dipraktikkan sekitar seribu tahun lalu.
Berbeda dengan keyakinan populer, ajaran Calon Arang tidak bersifat merusak, melainkan sangat konstruktif. Praktiknya adalah praktik-praktik yoga.